Jakarta – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) memastikan bahwa kemitraan strategis dengan Amerika Serikat akan memperkokoh kekuatan militer nasional dalam menjaga kedaulatan negara. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kapasitas pertahanan nasional. Meski bersinergi dengan kekuatan global, Indonesia tetap berkomitmen menjalankan kerja sama tersebut dalam koridor politik luar negeri bebas aktif serta penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara yang berlandaskan kepentingan nasional.
Sinergi ini secara resmi diperkuat melalui penandatanganan dokumen Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon, Washington DC. Poin-poin utama dalam kesepakatan tersebut mencakup pengembangan kapasitas teknologi pertahanan, peningkatan kesiapan operasional, hingga program pendidikan militer profesional. Melalui kerangka MDCP ini, Indonesia memiliki akses lebih luas untuk melakukan modernisasi teknologi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) serta mempertajam kemampuan tempur prajurit melalui program latihan bersama yang lebih intensif.
Selain aspek teknis dan operasional, kerja sama ini diyakini akan mempererat diplomasi militer antara Jakarta dan Washington yang telah terjalin lama. Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait optimis bahwa penguatan hubungan antar-personel dan integrasi intelektual prajurit akan memberikan dampak signifikan terhadap kualitas pertahanan Indonesia. Dengan adanya dukungan teknologi dan pendidikan militer dari Amerika Serikat, kekuatan TNI diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan keamanan global sekaligus menjaga stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Dikutip
Dari Antaranews.com
