Daerah

Krisis Air Bersih Kembali Melanda Cengkareng, Warga Keluhkan Sulit Mandi dan Mencuci

Krisis Air Bersih Kembali Melanda Cengkareng, Warga Keluhkan Sulit Mandi dan Mencuci

Jakarta – Warga di Jalan H. Djairi, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali mengeluhkan krisis air bersih yang tak kunjung usai selama puluhan tahun. Salah satu warga, Nurliana Sihombing (61), mengungkapkan bahwa pasokan air dari PAM Jaya seringkali macet, bahkan saat mengalir, kualitasnya buruk dengan warna keruh seperti kopi dan berbau menyengat seperti air got. Kondisi ini memaksa warga untuk bangun setiap pukul 02.00 dini hari demi menampung air bersih yang hanya mengalir normal pada tengah malam hingga menjelang subuh.

Kesulitan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas harian seperti mandi dan memasak, tetapi juga membebani finansial warga. Meski rutin membayar tagihan bulanan sekitar Rp50 ribu, warga harus mengeluarkan biaya ekstra untuk listrik karena air hanya bisa mengalir dengan bantuan mesin pompa. Beberapa warga, termasuk Ketua RT setempat, Eka, mengaku sangat kecewa karena air yang sudah ditampung di toren seringkali tiba-tiba berubah menjadi hitam pekat, sehingga harus dibuang percuma meski volume air tersebut tetap terhitung dalam meteran tagihan.

Akibat penanganan yang dianggap hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar permasalahan, sebagian warga Rawa Buaya memilih untuk memutus sambungan PAM dan beralih kembali menggunakan air tanah melalui pengeboran. Meskipun laporan telah berulang kali disampaikan kepada petugas lapangan, solusi permanen belum juga terealisasi. Warga berharap adanya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh dari pihak terkait agar hak mereka mendapatkan akses air bersih yang layak dan sehat dapat terpenuhi tanpa harus begadang setiap malam. Dikutip dari Antaranews.com