Musi Banyuasin – Kementerian Koperasi menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi sawit berbasis koperasi untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani. Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Optimalisasi dan Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang diikuti sekitar 1.000 peserta dari kalangan petani sawit, kelompok tani, asosiasi, perangkat daerah, dan pengurus koperasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan pemerintah bersama LPDB Koperasi siap membantu, mendampingi, serta memberikan pembiayaan kepada koperasi petani sawit yang bekerja sama dengan PT Agrinas Palma Nusantara.
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan lembaganya siap menjadi mitra pembiayaan strategis koperasi sawit yang ingin memperkuat kapasitas industri dan masuk ke sektor hilirisasi. Menurutnya, petani sawit tidak seharusnya hanya menjadi pemasok tandan buah segar, tetapi perlu naik kelas menjadi pelaku industri melalui koperasi. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan dana bergulir, pendampingan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kapasitas usaha, termasuk mendorong koperasi membangun pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) secara mandiri.
Penguatan hilirisasi sawit berbasis koperasi diharapkan mampu membuat nilai tambah komoditas sawit lebih banyak dinikmati petani sebagai anggota koperasi. Kolaborasi antara koperasi, PT Agrinas Palma Nusantara, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan lembaga pembiayaan dinilai dapat membangun ekosistem industri sawit yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Musi Banyuasin juga dinilai memiliki potensi menjadi model nasional karena didukung basis petani sawit yang kuat, sehingga pengembangan koperasi sektor riil dapat menjadi penggerak kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ekonomi nasional. Dikutip dari RRI.co.id
