Jakarta – Pertamina New & Renewable Energy menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan energi asal China, GCL Intelligent Energy, untuk mengembangkan proyek transisi energi di Indonesia. Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru terbarukan, serta pembangkit listrik berbasis gas. CEO Pertamina NRE John Anis menyatakan bahwa kolaborasi ini menggabungkan pengalaman global GCL dengan pemahaman lokal Pertamina untuk menghadirkan solusi energi bersih yang berkelanjutan dan kompetitif.
Chairman GCL Intelligent Energy Fei Zhi memandang Indonesia sebagai pasar strategis dan berharap kerja sama ini dapat mengoptimalkan teknologi fotovoltaik serta sistem penyimpanan energi. Sebagai bagian dari komitmen ini, delegasi Pertamina NRE telah meninjau langsung fasilitas pengolahan sampah menjadi energi milik GCL di Suzhou untuk mempelajari sistem manajemen dan teknologi lingkungan yang diterapkan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek yang dapat diimplementasikan di tanah air.
Kolaborasi internasional ini menjadi fondasi penting bagi Pertamina untuk mendorong inovasi teknologi dan memperkuat peran perusahaan sebagai penggerak utama transisi energi nasional. Dengan sinergi ini, Pertamina NRE optimistis dapat mempercepat pencapaian target emisi nol bersih atau Net Zero Emission pada tahun 2060. Melalui pengembangan model bisnis energi hijau yang nyata, kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung kebijakan penurunan emisi secara global. Dikutip dari Antaranews.com
