Daerah

Kementerian UMKM dan Barantin Perkuat Produk Sulteng Tembus Pasar Global

Kementerian UMKM dan Barantin Perkuat Produk Sulteng Tembus Pasar Global

PALU — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin), Kementerian Desa, dan Kementerian Hukum resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat daya saing UMKM di Sulawesi Tengah. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa langkah strategis ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan UMKM Menuju Pasar Global di Palu. Sinergi lintas lembaga ini difokuskan untuk mempermudah akses pelayanan, meningkatkan kualitas produk lokal, dan mendorong pelaku usaha daerah agar siap bersaing di kancah internasional.

Kerja sama terintegrasi ini mencakup ruang lingkup yang luas, mulai dari pertukaran data dan informasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga pemenuhan standar ketertelusuran produk (traceability). Dalam skema ini, Badan Karantina Indonesia memegang peran krusial melalui pendampingan teknis dan pelatihan standar mutu, sehingga komoditas unggulan Sulawesi Tengah dapat memenuhi kualifikasi ketat pasar luar negeri serta memiliki kepastian daya saing saat melakukan ekspor.

Menteri UMKM turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajaran pemerintah daerah yang berkomitmen membangun ekosistem usaha yang kondusif. Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait, potensi produk UMKM Sulteng diharapkan dapat makin terbuka lebar di pasar global, memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, serta memperkuat kontribusi sektor UMKM terhadap perekonomian nasional. Dikutip dari Antaranews.com