Kalimantan Tengah – Dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, Jasa Raharja Kantor Wilayah Kalimantan Tengah melalui Penanggung Jawab Samsat Seruyan, Tulus Siahaan, melaksanakan Sosialisasi Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bersama Biddokkes Polres Seruyan di Aula Kantor Kecamatan Seruyan Hilir pada Kamis (25/6). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa, Lurah Kuala Pembuang I dan Kuala Pembuang II, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Seruyan Hilir sebagai bagian dari upaya memperkuat peran masyarakat dalam mendukung keselamatan berlalu lintas.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam mendukung terciptanya budaya keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai langkah-langkah Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), mulai dari penanganan awal korban di lokasi kejadian, prosedur pelaporan kepada petugas, hingga tindakan yang tepat untuk meminimalkan risiko cedera yang lebih parah sebelum korban memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Kepala Kantor Wilayah Jasa Raharja Kalimantan Tengah, Alfin Syahrin, menyampaikan bahwa pengetahuan dasar mengenai PPGD merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan di tingkat desa dan kelurahan yang kerap menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian. “Kecepatan dan ketepatan pertolongan pada saat-saat awal setelah kecelakaan sangat berpengaruh terhadap keselamatan korban. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat memiliki pemahaman yang benar dalam memberikan pertolongan pertama sekaligus semakin sadar akan pentingnya keselamatan berlalu lintas sebagai tanggung jawab bersama,” ujar Alfin.
Lebih lanjut, Alfin menegaskan bahwa Jasa Raharja akan terus memperluas kolaborasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan kecelakaan serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanganan kondisi darurat. Dengan sinergi yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu memberikan pertolongan awal secara tepat sehingga dapat membantu menekan tingkat fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas serta mewujudkan budaya keselamatan yang semakin kuat di Kalimantan Tengah.
