Daerah

Samsat Bersiap Masuk Babak Baru,Jasa Raharja Bahas Rencana SmartHub dengan Bapenda Bali

Samsat Bersiap Masuk Babak Baru,Jasa Raharja Bahas Rencana SmartHub dengan Bapenda Bali

Denpasar — Inovasi pelayanan publik terus berkembang seiring kebutuhan masyarakat yang semakin menginginkan layanan yang mudah, cepat, dan terhubung. Dalam semangat tersebut, PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali mulai membahas rencana pengembangan inovasi kesamsatan melalui SmartHub.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam audiensi Jasa Raharja dengan Kepala Bidang Inovasi dan Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah Provinsi Bali, Putu Mega Indrawan, S.STP., M.AP., yang dilaksanakan di Kantor Bapenda Provinsi Bali, Rabu (23/9).

Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja diwakili oleh Kepala Sub Bagian Sumbangan Wajib dan Humas, Latifa Isnainiah Masyithoh, S.T., M.Sc., Kepala Sub Bagian Keuangan, Akuntansi dan ESG, Wahyu Dwi Astowo, S.E., serta Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Kantor Samsat Denpasar, Putu Novi Satriani Rahayu, S.H., M.H.

Audiensi menjadi ruang untuk membahas rencana inovasi kesamsatan melalui SmartHub, termasuk melihat peluang pengembangan gagasan tersebut agar dapat mendukung ekosistem pelayanan Samsat di Bali.

Bagi Jasa Raharja, pembahasan mengenai inovasi tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana sebuah gagasan dapat menjawab kebutuhan pelayanan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, pembahasan bersama bidang yang menangani inovasi dan sistem informasi menjadi bagian penting dalam melihat arah pengembangan SmartHub ke depan.

Melalui pertemuan tersebut, kedua pihak bertukar pandangan mengenai rencana inovasi yang dapat dikembangkan dalam lingkungan kesamsatan. Pembahasan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mematangkan konsep SmartHub sebelum masuk pada tahapan pengembangan dan implementasi sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Kepala Sub Bagian Sumbangan Wajib dan Humas Jasa Raharja Wilayah Bali Latifa Isnainiah Masyithoh, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa inovasi pelayanan perlu terus dikembangkan dengan melihat kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi.

“Kami melihat SmartHub sebagai sebuah gagasan yang perlu dibahas bersama sejak awal, sehingga konsep yang nantinya dikembangkan benar-benar memiliki arah yang jelas dan dapat memberikan manfaat dalam ekosistem pelayanan Samsat. Karena itu, masukan dari Bapenda menjadi penting dalam proses pembahasan ini,” ujar Latifa.

Ia menambahkan, Jasa Raharja terbuka terhadap pengembangan berbagai pendekatan baru yang dapat mendukung pelayanan dan pelaksanaan tugas di bidang kesamsatan.

Di tempat terpisah, Kepala PT Jasa Raharja (Persero) Wilayah Bali Abdillah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa inovasi merupakan bagian penting dalam menjaga agar pelayanan publik tetap relevan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Kami terus mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat membuat pelayanan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman. SmartHub merupakan salah satu gagasan yang saat ini kami bahas bersama Bapenda Bali. Tentunya, prosesnya perlu dimatangkan bersama agar inovasi yang dikembangkan tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga benar-benar memiliki manfaat dan relevansi bagi pelayanan Samsat,” ungkap Abdillah.

Menurutnya, kolaborasi dalam pengembangan inovasi juga penting untuk memastikan setiap gagasan dapat dilihat dari berbagai perspektif sebelum diterapkan.

“Kami berharap pembahasan ini dapat menjadi awal yang baik untuk menghadirkan inovasi kesamsatan yang semakin terhubung, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tutup Abdillah.