JAKARTA — Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berdampak pada 474 jiwa dari 104 Kepala Keluarga (KK). Kepala Dinas Sosial Kabupaten Solok, Desmalia Ramadhanur, mengungkapkan bahwa ratusan warga terdampak kini tersebar di beberapa titik pengungsian, termasuk Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati Solok. Bantuan logistik terus disalurkan ke posko utama Arosuka, dengan kebutuhan mendesak berupa pakaian layak pakai, pakaian dalam, serta pasokan air bersih bagi kawasan pemukiman yang tertimbun material bencana.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), cuaca ekstrem dan hujan deras pada Senin (21/09/2026) memicu luapan sungai di Jorong Kayu Aro serta longsor dari area perbukitan. Peristiwa ini mengakibatkan 11 rumah rusak berat, belasan gedung pemerintahan dan fasilitas umum terganggu, serta menelan korban jiwa. Meski pemeriksaan kesehatan rutin dari Dinas Kesehatan memastikan kondisi pengungsi dalam keadaan sehat, tim gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.
Di sektor infrastruktur, pemulihan akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok terus menunjukkan kemajuan signifikan. Jalur nasional yang sempat lumpuh total akibat tertimbun material longsor setebal satu meter kini telah berhasil dibuka kembali oleh Kementerian PU bersama tim gabungan. Walau beberapa titik lokal masih dalam tahap pembersihan sisa lumpur dan batu, terbukanya jalur utama ini mempercepat distribusi bantuan serta mobilitas tim SAR di lapangan. Dikutip dari rri.co.id
