Jakarta – Memasuki hari kesembilan pencarian, Basarnas resmi mengubah strategi dan jadwal penyelaman untuk memaksimalkan evakuasi korban KM Virgo Transport 8. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa tim SAR gabungan memutuskan untuk memajukan waktu operasi bawah air ke pagi hari. Langkah ini diambil guna menghindari cuaca buruk dan angin kencang yang sebelumnya kerap membatasi waktu operasional tim penyelam di lokasi kejadian.
Perubahan strategi ini dilakukan mengingat operasi penyelaman sebelumnya sering terkendala oleh kondisi cuaca siang hari serta kuatnya arus bawah laut yang mencapai 2 hingga 3 knot. Dengan memulai penyelaman lebih pagi, Basarnas berharap kondisi air yang lebih tenang dan teduh dapat memberikan durasi pencarian yang lebih panjang bagi tim Basarnas Special Group (BSG) serta PT Jasalindo. Meski demikian, keselamatan penyelam tetap menjadi prioritas utama di tengah tantangan medan bawah air.
Berdasarkan data manifes terbaru, dari total 243 orang di atas kapal, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 118 korban, dengan rincian 108 selamat dan 10 meninggal dunia, sementara 125 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Selain mengandalkan keahlian penyelam profesional, operasi pencarian di bangkai KM Virgo Transport 8 ini juga didukung oleh teknologi Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memetakan kondisi bagian dalam kapal secara presisi. Dikutip dari rri.co.id
