Daerah

Pastikan Kualitas Gizi, Bupati Jember Larang Biaya SPPG Potong Anggaran MBG

Pastikan Kualitas Gizi, Bupati Jember Larang Biaya SPPG Potong Anggaran MBG

Jember, Jawa Timur – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberikan peringatan keras kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jember agar tidak memotong anggaran menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menegaskan bahwa alokasi dana sebesar Rp10 ribu untuk porsi besar (SMP) dan Rp8 ribu untuk porsi kecil adalah hak mutlak penerima manfaat yang tidak boleh dikurangi. Ketegasan ini disampaikan sebagai respons atas keluhan sejumlah wali murid terkait kualitas menu yang dinilai belum sesuai standar harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Guna menjamin transparansi, Pemkab Jember akan menerapkan sistem pengawasan silang melalui laporan harian menu dari pihak dapur maupun sekolah. Selain itu, pemasangan CCTV di setiap dapur SPPG akan diintegrasikan dengan sistem pemantauan pemerintah daerah. Gus Fawait juga mewajibkan seluruh pengelola dapur segera melengkapi persyaratan teknis, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), demi menjamin keamanan pangan. Integrasi dan integritas pengelola menjadi kunci utama agar tidak ada dapur yang harus dijatuhi sanksi suspensi akibat kelalaian standar pelayanan.

Program MBG di Jember diproyeksikan memberikan dampak ekonomi luar biasa dengan potensi perputaran dana mencapai Rp4 triliun pada tahun 2026, hampir setara dengan total APBD Jember. Kehadiran sekitar 270 dapur SPPG diperkirakan akan menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja dan menggerakkan rantai pasok lokal dari petani serta UMKM. Bagi Gus Fawait, program ini bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan investasi strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi riil di tingkat daerah. Dikutip dari Antaranews.com