Jakarta – Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan mendorong jajaran direksi Pertamina untuk segera mempersiapkan penyesuaian harga BBM nonsubsidi seiring dengan tren penurunan harga minyak mentah dunia. Penyesuaian harga BBM tersebut diproyeksikan dapat dilakukan secara bertahap mulai awal Juli 2026 dengan tetap mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Iriawan menyampaikan bahwa harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor utama dalam evaluasi harga BBM nonsubsidi. Saat ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 71,533 dolar AS per barel, sedangkan harga minyak Brent tercatat sekitar 74,835 dolar AS per barel. Pertamina juga akan melakukan pembahasan bersama jajaran direksi serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kemungkinan penyesuaian harga BBM.
Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi Pertamina mengalami perubahan pada Juni 2026, di antaranya Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih berada pada harga yang berlaku. Pertamina menegaskan evaluasi harga dilakukan secara berkala agar tetap menjaga keseimbangan antara kondisi pasar minyak dunia dan perlindungan konsumen. Dikutip dari Antaranews.com
