Nasional

Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla, dari Rusia hingga AS

Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla, dari Rusia hingga AS

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerbitkan 35 izin penggunaan pesawat registrasi asing untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Izin tersebut mencakup 36 helikopter yang digunakan oleh 11 pemegang Air Operator Certificate (AOC) dari delapan negara, yakni Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan fasilitasi pesawat asing tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah terhadap upaya pemadaman dan penanganan dampak karhutla, khususnya di wilayah Kalimantan.

Kemenhub memberikan dukungan melalui percepatan perizinan, fasilitasi operasional, serta pengawasan keselamatan penerbangan bagi pesawat asing yang digunakan dalam penanganan karhutla. Pesawat yang telah memperoleh izin khusus juga dapat dipindahkan atau direposisi ke wilayah lain yang membutuhkan dukungan penanganan bencana sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Udara Nomor KP. 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing. Untuk mempercepat respons terhadap kondisi karhutla yang dinamis, operator cukup menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara paling lambat 1 x 24 jam setelah melakukan reposisi.

Selain memastikan kelancaran operasional, Kemenhub tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara melakukan pengawasan serta sertifikasi terhadap kelaikudaraan pesawat, termasuk modifikasi yang diperlukan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla. Setelah seluruh persyaratan teknis dan sertifikasi terpenuhi, pelaksanaan penerbangan menjadi tanggung jawab operator sesuai ketentuan dan otorisasi dalam AOC masing-masing. Kebijakan ini diharapkan membuat sumber daya udara dapat dikerahkan secara cepat dan fleksibel ke wilayah terdampak karhutla di Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com