Ekonomi

Jatim-Kepri Catat Pencapaian Komitmen Dagang Tertinggi Rp4,45 Triliun

Jatim-Kepri Catat Pencapaian Komitmen Dagang Tertinggi Rp4,45 Triliun

Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat komitmen dagang tertinggi tahun ini pada Misi Dagang Jatim-Kepulauan Riau 2025 dengan total transaksi Rp4,456 triliun. Transaksi Jatim ke Kepri mencapai Rp1,078 triliun, sedangkan pembelian dari Kepri sebesar Rp81,9 miliar. Selain itu, dilakukan penandatanganan Letter of Intent dengan Malaysia senilai Rp3,296 triliun.

Komoditas yang dijual Jatim ke Kepri meliputi kopi, vanili, kemiri, rokok, telur, susu, mesin las, pakan udang, benur vannamei, beras, bawang merah, dan daging ayam serta sapi. Dari Kepri, Jatim membeli ikan beku, sementara transaksi Jatim-Malaysia meliputi tembaga, cassava, krim kelapa beku, kerupuk mentah, buah kering, dan sayur kering.

Gubernur Khofifah mengatakan hubungan dagang Jatim-Kepri sangat produktif dan akan terus diperluas, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok Kepri. Kepala DPMPTSP Jatim juga meninjau peluang ekspor ke Singapura dan Johor, Malaysia.

Misi dagang Jatim-Kepri 2025 merupakan kegiatan ke-12 sepanjang tahun ini dan ke-48 sejak 2019, dengan total komitmen kumulatif Rp27,35 triliun. Jatim juga aktif melaksanakan misi dagang luar negeri, termasuk ke Singapura, Malaysia, dan beberapa negara lain, dengan potensi transaksi mencapai triliunan rupiah.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan sebagian besar kebutuhan pokok Kepri masih dipasok dari Jatim. Salah satu pelaku usaha asal Sidoarjo, Reksa, menyebut atase perdagangan Malaysia tertarik pada produk ikan dori dan tuna steak yang akan dikirim uji coba Desember 2025. Dikutip dari Antaranews.com