Ekonomi

IHSG Melemah di Jeda Siang, Investor Pantau Arah Pasar dan Sentimen Global

IHSG Melemah di Jeda Siang, Investor Pantau Arah Pasar dan Sentimen Global

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan pada perdagangan Kamis, 23 April 2026, dengan koreksi sebesar 1,27% atau turun 95,64 poin ke level 7.445,97 pada penutupan sesi pertama. Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, di mana pasar masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai Rp1,04 triliun. Meskipun sempat ada harapan penguatan terbatas menuju level resistansi 7.600, kegagalan indeks menembus angka tersebut memicu koreksi lebih dalam hingga mendekati area support psikologis di rentang 7.450.

Faktor ketidakpastian global menjadi pemicu utama sikap hati-hati para pelaku pasar domestik, terutama menyusul dinamika konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Walaupun bursa Wall Street sempat menguat signifikan berkat pengumuman perpanjangan gencatan senjata oleh Presiden Donald Trump, sikap tegas Iran yang menolak melanjutkan perundingan kembali memanaskan tensi di kawasan Selat Hormuz. Kondisi ini membuat investor cenderung melakukan aksi ambil untung dan mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman sembari mencermati arah kebijakan luar negeri yang memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengingatkan investor untuk tetap waspada mengingat pergerakan IHSG yang masih rentan terkoreksi jika tidak didukung oleh sentimen domestik yang kuat. Meskipun kinerja emiten kuartal ini tergolong solid, tekanan eksternal dari volatilitas indeks S&P 500 dan Nasdaq tetap memberikan efek rambatan bagi pasar modal Indonesia. Ke depan, IHSG diprediksi akan bergerak fluktuatif dalam rentang support 7.450 hingga resistansi 7.600, dengan fokus utama pasar pada perkembangan geopolitik Timur Tengah dan arus modal asing di Bursa Efek Indonesia. Dikutip dari RRI.co.id