Daerah

Gempa Sukabumi Berimbas ke Cianjur, BPBD Mulai Data Kerusakan Bangunan Warga

Gempa Sukabumi Berimbas ke Cianjur, BPBD Mulai Data Kerusakan Bangunan Warga

Cianjur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bergerak cepat melakukan pendataan dampak gempa magnitudo 5,4 yang berpusat di Kabupaten Sukabumi, Jumat (13/3/2026). Meskipun pusat gempa berada di 121 kilometer tenggara Sukabumi dengan kedalaman 53 kilometer, guncangannya dirasakan cukup kencang oleh warga di sebagian besar wilayah Cianjur, mulai dari pusat kota hingga wilayah selatan. Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudarajat, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan kini tengah menyisir berbagai titik untuk memastikan kondisi bangunan dan keselamatan warga pasca-getaran hebat tersebut.

Guncangan yang terjadi pada pukul 02.18 WIB tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa karena bertepatan dengan waktu menjelang sahur. Warga di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Sindangbarang, dilaporkan berhamburan keluar rumah demi menghindari risiko bangunan ambruk. Menurut laporan saksi mata, banyak warga yang memilih bertahan di ruang terbuka dalam waktu yang cukup lama sebelum akhirnya berani kembali ke dalam rumah untuk melanjutkan aktivitas sahur. Ketakutan akan adanya gempa susulan menjadi alasan utama warga tetap waspada di luar ruangan.

Hingga saat ini, BPBD Cianjur menyatakan bahwa berdasarkan laporan sementara, belum ditemukan adanya kerusakan infrastruktur yang masif maupun korban jiwa. Namun, Asep Sudarajat menekankan bahwa verifikasi terus dilakukan oleh petugas dan relawan di wilayah kerja masing-masing guna mendapatkan data yang akurat. Pihak BPBD juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa dan kecamatan untuk memantau setiap laporan yang masuk dari masyarakat, terutama di daerah pelosok yang sulit dijangkau.

Pihak BPBD mengimbau masyarakat Cianjur agar tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Warga diingatkan untuk segera mencari tempat aman atau keluar rumah jika kembali merasakan guncangan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Waspada harus, tapi jangan panik. Segera cari tempat terbuka yang aman ketika merasakan gempa,” tegas Asep. Komunikasi yang efektif antara warga dan petugas diharapkan dapat meminimalkan risiko dampak bencana di wilayah Cianjur dan Sukabumi. Dikutip dari Antaranews.com