Daerah

Danantara: Seluruh BUMN Resmi Rampungkan Laporan Keuangan 2025

Danantara: Seluruh BUMN Resmi Rampungkan Laporan Keuangan 2025

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi mengumumkan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistemnya telah merampungkan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025. Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi strategis BUMN terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, untuk Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara Indonesia sendiri saat ini masih dalam proses finalisasi audit sesuai ketentuan yang berlaku.

Transformasi di bawah ekosistem Danantara terbukti memicu pertumbuhan positif pada kinerja keuangan sejumlah perusahaan pelat merah periode April 2025 hingga April 2026. Beberapa BUMN mencatatkan lonjakan laba bersih secara signifikan (year on year/yoy), seperti PT Pertamina yang melesat 80% menjadi Rp24,9 triliun, PT Pupuk Indonesia tumbuh 202% menjadi Rp3,2 triliun, Pelindo naik 169% menjadi Rp900 miliar, dan BRI tumbuh 15% menjadi Rp21,2 triliun. Selain itu, berkat aksi restrukturisasi dan dukungan modal dari PT Danantara Asset Management (DAM), PT Krakatau Steel Tbk dan PT Kimia Farma Tbk sukses membalikkan keadaan dengan mencetak laba masing-masing Rp635 miliar dan Rp108 miliar setelah sebelumnya mencatatkan kerugian.

Tidak hanya fokus pada perbaikan laporan keuangan, Danantara juga mulai merealisasikan mandat investasi strategisnya menggunakan alokasi dividen BUMN tahun 2025 demi mendukung pembangunan nasional jangka panjang. Beberapa proyek utama yang telah berjalan meliputi pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan layanan jemaah, serta proyek Waste-to-Energy (WTE) guna mendorong transisi ekonomi hijau dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Rohan menegaskan, seluruh investasi tersebut dieksekusi dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik (good corporate governance), pengelolaan risiko yang hati-hati, serta orientasi nilai bagi masyarakat. Dikutip dari Antaranews.com