Jakarta – Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kini resmi menjadi instrumen diplomasi kultural strategis Presiden Prabowo Subianto setelah menjangkau kawasan Timur Tengah hingga Benua Amerika. Asisten Khusus Presiden RI, Dirgayuza Setiawan, menjelaskan bahwa buku ini berfungsi sebagai sarana bagi para Duta Besar Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan kuliner sekaligus keberhasilan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyerahan versi bahasa Inggris buku ini oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo kepada Konsulat Jenderal RI di Jeddah menjadi simbol kuat bahwa kebijakan nasional Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kini tengah menjadi sorotan positif di mata dunia.
Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia saat ini telah diakui sebagai salah satu program berskala global yang mendapat atensi khusus dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keunikan Indonesia dalam menjalankan program ini terletak pada pemanfaatan kearifan lokal dan keberagaman bahan pangan dari Sabang sampai Merauke yang didokumentasikan secara apik dalam buku tersebut. Dengan 107 negara lain yang juga menjalankan program serupa, pendekatan Indonesia yang memadukan pemenuhan gizi dengan identitas budaya menjadikan narasi kebijakan nasional lebih inklusif dan mudah diterima oleh komunitas internasional di berbagai forum global.
Kehadiran buku bertajuk Taste of Nusantara ini di Jeddah melengkapi rangkaian perjalanan diplomasi Indonesia yang sebelumnya telah diperkenalkan di London, Washington D.C., hingga World Economic Forum di Davos, Swiss. Melalui media ini, pemerintah tidak hanya mempromosikan ragam menu sehat khas Nusantara, tetapi juga menunjukkan keseriusan negara dalam membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat. Diplomasi kultural ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah global sebagai negara yang inovatif dalam mengelola potensi pangan lokal demi menciptakan generasi masa depan yang berkualitas. Dikutip dari Antaranews.com
