Ekonomi

BI Bali Genjot Pangsa Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan di Ajang KKI

BI Bali Genjot Pangsa Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan di Ajang KKI

Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi daerah dengan meningkatkan pangsa pasar UMKM wastra dan kerajinan melalui ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI). Kepala Perwakilan BI Bali, Achris Sarwani, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam pameran bergengsi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar serta memperkuat jejaring bisnis bagi para pelaku usaha lokal. Sebanyak 45 UMKM binaan telah disiapkan untuk berpameran secara daring, sementara 18 UMKM lainnya difasilitasi untuk menjalin koneksi bisnis secara langsung dengan konsumen dan investor potensial di Jakarta guna mendongkrak daya saing di kancah nasional maupun global.

Para pelaku UMKM yang terlibat dalam KKI ini mencakup berbagai sektor unggulan, mulai dari produk wastra, perhiasan, aksesoris, hingga industri makanan dan minuman olahan yang berorientasi ekspor. Dengan dukungan penuh dari BI Bali, para pelaku UMKM diharapkan mampu menjaga konsistensi produksi dan meningkatkan kualitas produk agar terus relevan dengan tuntutan pasar modern. Upaya ini dipandang krusial sebagai langkah preventif untuk menjaga geliat ekonomi daerah agar tetap stabil di tengah berbagai tantangan dan ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak dari dinamika geopolitik internasional.

Di sisi lain, keberhasilan program pengembangan UMKM ini sejalan dengan kinerja ekonomi Bali yang menunjukkan tren positif pada triwulan II-2026 dengan pertumbuhan mencapai 5,78 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,29 persen. Meskipun laju inflasi tetap terkendali di angka 3,27 persen, sinergi melalui KKI diharapkan dapat menjadi katalisator bagi UMKM untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Melalui platform Karya Kreatif Indonesia, BI Bali optimis dapat mencetak pelaku UMKM yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang berbasis pada kekayaan budaya Nusantara. Dikutip dari Antaranews.com