Nasional

BGN Tutup Sementara SPPG Pondok Kelapa Usai Kasus Dugaan Keracunan Siswa

BGN Tutup Sementara SPPG Pondok Kelapa Usai Kasus Dugaan Keracunan Siswa

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menangguhkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur, menyusul dugaan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa 72 siswa. Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa selain insiden tersebut, hasil audit menemukan dapur SPPG belum memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP), terutama terkait tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penutupan sementara ini dilakukan dalam jangka waktu tidak terbatas guna memastikan keamanan pangan dan keselamatan para siswa sebelum program dilanjutkan kembali.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama BGN bergerak cepat dalam menangani para korban yang kini dirawat di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat meninjau lokasi memastikan bahwa koordinasi antarinstansi, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, berjalan optimal untuk memulihkan kondisi siswa dan guru. BGN menyatakan bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya pengobatan, sementara bagi pasien yang terdaftar BPJS Kesehatan, penanganan medis akan difasilitasi sepenuhnya hingga dinyatakan pulih total.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan massal tersebut. Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi, mengimbau semua pihak untuk tidak berspekulasi sebelum data saintifik keluar, sembari menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah kesehatan anak didik. BGN berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap vendor dan unit pelayanan gizi agar standar keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis dapat terjaga secara ketat di masa mendatang. Dikutip dari Antaranews.com