Jakarta – Akademisi Universitas Nasional (UNAS) Jakarta, Firdaus Syam, memberikan proyeksi menarik terkait peta politik nasional menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Dalam sebuah diskusi publik di Jakarta, Firdaus menilai bahwa Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memiliki potensi besar untuk muncul sebagai matahari baru dalam bursa kepemimpinan nasional masa depan. Hal ini didasari oleh posisi strategis Sjafrie saat ini serta karakter petarung yang melekat pada jati dirinya sebagai putra daerah asal Sulawesi Selatan yang dikenal berani, cerdas, dan memiliki integritas tinggi.
Secara budaya politik, kemunculan Sjafrie Sjamsoeddin dinilai mengikuti jejak tokoh-tokoh besar asal Indonesia Timur lainnya seperti Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie dan Wakil Presiden Ke-10 serta Ke-12 RI Jusuf Kalla. Selain faktor ketokohan, peneliti politik milenial Gian Kasogi menambahkan bahwa Sjafrie memiliki keuntungan strategis karena berada dalam jaringan inti pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedekatan ini memberikan platform yang kuat bagi Sjafrie untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya di level tertinggi sebelum memasuki tahun politik 2029.
Potensi Sjafrie juga diperkuat oleh hasil survei terbaru dari Indonesian Public Institute (IPI) periode Januari-Februari 2026. Data menunjukkan bahwa indikator kepemimpinan dan ketokohan Sjafrie berada di angka 44 persen, diikuti oleh rekam jejak kepemimpinan sebesar 17 persen. Meski dukungan elektoralnya masih terus berkembang, para pengamat menilai Sjafrie adalah figur potensial yang siap mengisi celah jika terjadi dinamika perubahan koalisi atau absennya pemain utama dalam kontestasi mendatang. Dikutip dari Antaranews.com
