Ekonomi

Danantara Bakal Prioritaskan Teknologi Terbukti untuk Proyek PSEL

Danantara Bakal Prioritaskan Teknologi Terbukti untuk Proyek PSEL

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penggunaan teknologi yang telah teruji secara global dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa meskipun pihaknya terbuka terhadap berbagai inovasi, fokus utama saat ini adalah teknologi yang sudah terbukti berjalan baik di banyak negara, seperti Jepang, Korea, Belanda, hingga China. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional berjalan cepat, efektif, dan yang terpenting, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat di sekitar lokasi pengelolaan sampah.

Pemerintah telah memetakan sebanyak 20 wilayah aglomerasi yang mencakup 47 kabupaten/kota sebagai prioritas utama investasi PSEL. Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, wilayah aglomerasi dengan timbulan sampah melebihi 1.000 ton per hari menjadi target krusial dalam tahap awal ini. Wilayah-wilayah tersebut telah resmi mengantongi Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) karena dianggap memenuhi syarat strategis untuk transformasi sampah menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, terdapat klasifikasi khusus bagi kota dengan timbulan sampah di kisaran 500 hingga 1.000 ton per hari. Berdasarkan pemantauan tim gabungan, saat ini teridentifikasi tujuh wilayah aglomerasi di 26 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori tersebut. Meski belum memenuhi syarat utama Peraturan Presiden (Perpres) untuk prioritas PSEL skala besar, Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi menekankan pentingnya sinergi teknologi internasional dan produk dalam negeri guna mengakselerasi penanganan sampah nasional secara menyeluruh. Dikutip dari Antaranews.com