Trenggalek, Jawa Timur – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menegaskan pentingnya regenerasi pelaku industri kecil sebagai fondasi penguatan ekonomi rakyat. Menurut Novita, keberlanjutan industri kecil tidak bisa tercapai tanpa pendampingan, peningkatan kemampuan teknis, dan regenerasi sumber daya manusia.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, sektor industri kecil dan menengah menyerap lebih dari 13 juta tenaga kerja, atau sekitar 65 persen dari total tenaga kerja industri di Indonesia. Kontribusinya terhadap PDB nasional mencapai 3,69 persen, dengan 21 persen berasal dari output industri pengolahan nonmigas.
“Angka ini jelas menunjukkan bahwa industri kecil adalah fondasi ekonomi rakyat. Tapi kekuatannya tidak akan berkelanjutan tanpa regenerasi dan pendampingan yang konsisten,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini saat membuka Program Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Industri Kecil di Trenggalek, Senin (17/11/2025).
Program WUB berfokus pada tiga komoditas strategis, yaitu paving block, ukiran barongan, dan perbengkelan roda dua, yang dipilih karena prospeknya kuat dan sesuai dengan karakter ekonomi masyarakat Trenggalek.
Novita juga menyoroti beberapa tantangan utama pelaku UMKM, seperti minimnya legalitas usaha. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, 77 persen UMKM belum memiliki legalitas usaha. “Tanpa legalitas dan akses modal, sangat sulit bagi UMKM untuk naik kelas. Selain itu, literasi digital dan kemampuan branding juga masih terbatas,” jelasnya.
Program WUB menyediakan pendampingan menyeluruh mulai dari pelatihan teknis, pengurusan perizinan, akses modal, hingga kunjungan lapangan. Tujuannya tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga mencetak pelaku usaha yang memahami manajemen, pemasaran, dan literasi digital.
Novita menekankan pentingnya memperkuat rantai nilai industri kecil di Trenggalek dan membuka lapangan kerja baru. Ia berharap kolaborasi berbagai pihak dapat membuat pembinaan wirausaha berjalan berkelanjutan.
“Program ini adalah investasi jangka panjang. Semoga menjadi langkah awal bagi wirausaha Trenggalek yang tangguh dan berdaya saing,” pungkas Novita. Dikutip dari RRI.co.id
