Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat realisasi penyaluran Minyakita melalui BUMN pangan telah mencapai sekitar 33 persen dari target 35 persen yang ditetapkan hingga pertengahan Februari. Capaian ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat distribusi stok demi mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat. Upaya tersebut difokuskan untuk memastikan pasokan tersedia secara merata di pasar rakyat sebelum memasuki periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Kebijakan penyaluran melalui BUMN pangan ini bertujuan untuk memperpendek rantai distribusi dan mulai menunjukkan dampak positif terhadap harga di pasar. Harga rata-rata nasional Minyakita yang sebelumnya berada di level 16.800 rupiah per liter dilaporkan telah turun menjadi kisaran 16.200 rupiah per liter. Pemerintah berharap tren penurunan ini akan terus berlanjut hingga mendekati harga eceran tertinggi yang ditetapkan sebesar 15.700 rupiah per liter.
Pemerintah juga menegaskan bahwa Minyakita bukanlah produk subsidi yang menggunakan anggaran negara, melainkan hasil dari kewajiban domestik market obligation bagi produsen eksportir. Aturan ini diperkuat melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 guna memperbaiki tata kelola dan pengawasan distribusi. Dengan penguatan peran BUMN pangan, diharapkan distorsi harga di tingkat pedagang dapat ditekan sehingga stabilitas pangan tetap terjaga. Dikutip dari Antaranews.com
