Jakarta – PLN Indonesia Power berhasil menyelesaikan uji cofiring hidrogen di PLTDG UBP Bali Pesanggaran sebagai langkah mendukung transisi energi bersih dan target Net Zero Emission 2060.
Direktur Utama Bernadus Sudarmanta menyatakan hidrogen sudah dapat diterapkan secara nyata dan aman di pembangkit, menegaskan kesiapan perusahaan memasuki fase transisi energi lebih maju.
VP Technology Development Hedwig Lunga Sampe Pajung menjelaskan pengujian dilakukan pada beban 75 persen, 85 persen, dan 100 persen kapasitas mesin. Rasio cofiring hidrogen mencapai 23 persen pada beban 75 persen, 22 persen pada 85 persen, dan 17 persen pada 100 persen.
Pengujian menggunakan sistem suplai hidrogen berbasis PLC untuk proses feeding yang lebih stabil dan presisi. Hasil menunjukkan efisiensi pembakaran meningkat, konsumsi energi lebih rendah, dan emisi karbon monoksida menurun.
Institut Teknologi Bandung (ITB) terlibat sebagai konsultan, dan hidrogen diharapkan dapat digunakan secara kontinu sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi PLN Indonesia Power. Dikutip dari RRI.co.id
