Kementerian UMKM resmi membentuk Klinik UMKM Bangkit sebagai langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah terdampak bencana, khususnya di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Menteri UMKM Maman Abdurahman menjelaskan bahwa pembentukan klinik ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat dalam mendukung pemerintah daerah agar para pelaku usaha kecil dapat segera bangkit dan beraktivitas kembali.
Klinik UMKM Bangkit dirancang sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup tiga pilar utama. Pertama adalah layanan pembiayaan yang melibatkan 16 institusi perbankan, lembaga non-bank, hingga dukungan dari OJK, Bank Indonesia, dan Baznas. Kedua adalah layanan belanja produk lokal yang menggandeng Kementerian Perdagangan serta platform e-commerce guna memastikan adanya permintaan terhadap produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM. Ketiga adalah layanan produksi yang fokus pada penguatan kembali kapasitas operasional usaha melalui bantuan lintas kementerian, lembaga riset seperti BRIN, dan perguruan tinggi setempat.
Menteri Maman menekankan bahwa ketiga layanan tersebut harus terintegrasi secara kuat agar pemulihan ekonomi tidak berjalan timpang. Saat ini, pemerintah masih terus melakukan pemetaan secara bertahap terhadap data para pelaku UMKM yang terdampak musibah tersebut. Proses sinkronisasi data antara pemerintah pusat, daerah, serta pihak perbankan ditargetkan selesai pada fase awal hingga Maret mendatang guna memastikan seluruh program bantuan dan pendampingan dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Dikutip dari RRI.co.id
