Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan menyatakan bahwa periode bulan Ramadhan secara historis menjadi salah satu faktor pendorong utama meningkatnya nilai pembiayaan pinjaman daring di Indonesia. Berdasarkan data historis, penyaluran pendanaan tercatat tumbuh sebesar 8,90 persen pada Ramadhan tahun 2024 dan kembali meningkat 3,80 persen pada periode Ramadhan tahun 2025. Tren kenaikan ini menunjukkan bahwa momentum bulan suci dan persiapan menjelang hari raya merupakan masa di mana kebutuhan finansial masyarakat mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Hingga November 2025, total nilai pembiayaan industri pinjaman daring mencapai angka 94,85 triliun rupiah atau meningkat lebih dari 25 persen secara tahunan. Namun, mayoritas penggunaan dana tersebut masih didominasi oleh sektor konsumtif yang mencapai angka 63,63 triliun rupiah atau sekitar 67 persen dari total outstanding industri. Sementara itu, porsi untuk sektor produktif tercatat masih berada di angka 32,91 persen, yang menunjukkan bahwa pinjaman daring masih lebih banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dibandingkan untuk modal usaha.
Di tengah pertumbuhan penyaluran dana, industri ini juga sedang mengalami masa konsolidasi seiring dengan keluarnya beberapa pelaku usaha sepanjang tahun 2025. Beberapa perusahaan seperti Ringan Teknologi Indonesia, Crowde Membangun Bangsa, hingga Maucash telah berhenti beroperasi baik karena pencabutan izin maupun pengunduran diri sukarela. OJK menegaskan bahwa dinamika ini merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola dan perlindungan konsumen, serta memastikan bahwa perusahaan yang mundur tetap menyelesaikan seluruh kewajiban mereka kepada para pemberi dana. Dikutip dari Antaranews.com
