JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa pendidikan berkualitas merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Dalam acara penandatanganan MoU antara Kemenko PM dan Ikatan Alumni Universitas Terbuka (UT) di Bogor, Kamis (9/4/2026), pria yang akrab disapa Cak Imin ini menyebut pendidikan sebagai perangkat kuat bagi masyarakat untuk menjadi bagian produktif dalam pembangunan negara. Ia mengapresiasi peran Universitas Terbuka yang dianggap sebagai representasi kehadiran negara dalam memberikan akses layanan pendidikan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Menko PM menjelaskan bahwa strategi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai pilar penting dalam paradigma baru pembangunan nasional. Pemerintah optimis dapat menekan angka kemiskinan ekstrem yang saat ini mencapai hampir tiga juta jiwa hingga menyentuh nol persen pada tahun ini melalui sistem pendidikan yang mudah dijangkau. Sinergi dengan para alumni perguruan tinggi, khususnya UT, diharapkan mampu mendorong akselerasi kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial di berbagai sektor secara berkelanjutan.
Sejalan dengan visi tersebut, Rektor Universitas Terbuka, Ali Muktiyanto, mengungkapkan bahwa kontribusi nyata alumni UT sudah mulai dirasakan masyarakat melalui program beasiswa bagi warga kurang mampu. Ali menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar retorika, melainkan langkah konkret di mana setiap prosesi wisuda kini selalu dibarengi dengan penyaluran beasiswa dari Ikatan Alumni UT kepada puluhan penerima. Kolaborasi strategis antara pemerintah dan institusi pendidikan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang mendukung tercapainya target pengentasan kemiskinan nasional secara efektif. Dikutip dari RRI.co.id
