Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) kembali menyelenggarakan Pidato Kebudayaan di Graha Bhakti Budaya (TIM), Jakarta Pusat, Senin malam (10/11/2025). Mengusung tema ‘Suara Bajaj dari Cikini’, pidato kebudayaan tahun ini menyoroti Jakarta sebagai ruang hidup masyarakat urban.
PH Komite Teater DKJ, Akbar Yumni, mengatakan bahwa Jakarta belum sepenuhnya mampu menjadi kota global. Menurutnya, hal itu terjadi karena tata kota Jakarta masih belum tertata dengan baik.
“Tata ruang kota Jakarta belum sepenuh diharapkan oleh warganya. Ruang dan kota sebenarnya tidak mempengaruhi perilaku manusia,” katanya dalam konferensi pers Pidato Kebudayaan: Suara Bajaj dari Cikini, Graha Bhakti Budaya, Jakarta Pusat, Senin malam (10/11/2025).
Dalam menciptakan kota global diperlukannya tantangan yang cukup besar, hal itu meliputi mengubah kualitas lingkungannya yang kian memburuk. Lalu yang kedua, menghapus angka pengangguran yang ada di kota metropolitan ini.
Pada Agustus 2024, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jakarta tercatat sebesar 6,21 persen. Angka ini turun dari 6,53 persen dari Agustus 2023.
“Jadi sulit membayangkan jika Jakarta menjadi kota yang rapih. Walaupun kita memiliki spesialisasi untuk membuat Jakarta menjadi kota yang tertata dan rapih,” ujarnya.
Sementara itu, Sastrawan Afrizal Malna menilai Kota Global bukan sekedar terciptanya ruang kapitalistik dengan beragam teknologinya. Melainkan menjadikannya sebagai kota yang ramah dengan sejuta kenyamanan bagi masyarakatnya.
“Kota Global itu kan ruang dimana sebuah kota bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakatnya, mereka menggunakan transpotasi yang baik. Sedangkan di Jakarta masih menggunakan bajaj untuk alat transportasinya,” ucap Afrizal.
Dalam mewujudkan kota global untuk Jakarta, Bajaj menjadi sasaran utama di tengah gempuran moda transportasi modern. Banyak masyarakat yang mulai beralih menggunakan transportasi modern karena tarif bajaj yang setara taksi.
“Sebenarnya posisi Baja itu sedang terancam di Jakarta. Tapi pada akhirnya ini akan menjadi salah satu perancangan untuk menciptakan Kota Global, kami tidak ingin transportasi lokal tergerus,” katanya. Dikutip dari RRI.co.id
