Nasional

Demi Keselamatan Publik, Legislator Dorong Reformasi Operasional Transjakarta

Demi Keselamatan Publik, Legislator Dorong Reformasi Operasional Transjakarta

Jakarta – Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menegaskan bahwa insiden kecelakaan bus Transjakarta di Koridor 13 harus menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan transportasi publik. Pria yang akrab disapa Bang Kent ini menyatakan bahwa kejadian tersebut wajib menjadi momentum evaluasi menyeluruh karena keselamatan penumpang dalam angkutan massal merupakan aspek yang tidak boleh ditawar. Sebagai tulang punggung mobilitas warga Jakarta, Transjakarta dituntut untuk menjaga standar keamanan dan profesionalisme para pramudi demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Dalam evaluasi tersebut, Bang Kent menyoroti sistem rekrutmen pengemudi yang selama ini banyak melibatkan pihak ketiga atau swasta. Meskipun sah secara manajerial, ia mendesak adanya pengawasan ketat terhadap kualitas seleksi agar tidak hanya berorientasi pada pemenuhan jumlah armada. Kompetensi, kesiapan mental, serta ketahanan fisik calon pengemudi harus menjadi prioritas utama. Ia mengusulkan optimalisasi fungsi Akademi Transjakarta sebagai leading sector untuk menggelar pelatihan wajib dan penyegaran standar keselamatan (refreshment training) bagi seluruh pramudi secara berkala.

Lebih lanjut, legislator dari Komisi C ini menyarankan agar Transjakarta menggandeng instansi ahli seperti Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk analisis insiden dan Korlantas Polri terkait kedisiplinan berlalu lintas. Tidak hanya faktor teknis, pelibatan tenaga medis, psikolog, hingga tokoh agama juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas emosional dan kesehatan fisik pengemudi guna meminimalisir human error. Evaluasi komprehensif ini dianggap sebagai kebutuhan mendesak untuk memastikan setiap armada dioperasikan oleh personel yang benar-benar siap secara lahir dan batin. Dikutip dari Antaranews.com