JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan teknologi asal Prancis, Thales. Kerangka kerja sama ini berfokus pada penjajakan peluang investasi strategis di sektor kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, teknologi digital, hingga keamanan siber. Langkah awal ini dirancang untuk mendorong transfer teknologi, memperkuat kedaulatan nasional, serta menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi melalui kolaborasi dengan BUMN di dalam ekosistem Danantara.
Ruang lingkup kemitraan ini mencakup pengembangan infrastruktur kritis seperti fasilitas manufaktur teknologi pertahanan, pusat operasi cyber security, sistem keamanan bandara, hingga teknologi pascakuantum. Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara, Ricardo Irwan Rei, menegaskan bahwa investasi pada teknologi maju sangat krusial untuk memperkuat kapabilitas industri dalam negeri. Meski demikian, Danantara memastikan setiap rencana aksi investasi spesifik akan dievaluasi secara terukur sesuai tata kelola yang berlaku sebelum masuk ke perjanjian definitif.
Pihak Thales menyambut positif kemitraan strategis pertama mereka dengan Danantara. Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi, menyatakan kehormatannya dapat mendukung proyek ambisius Indonesia setelah hampir 50 tahun hadir di tanah air. Dengan dukungan dana riset dan pengembangan (R&D) Thales yang mencapai 4,5 miliar euro per tahun, kolaborasi ini diharapkan mampu mengoptimalkan aset negara serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com
