Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti bahwa Indonesia masih menjadi negara endemis untuk Penyakit Jantung Reumatik (PJR). Tercatat angka kematian dari penyakit jantung reumatik yang cukup tinggi, mencapai 4,8 per 100.000 penduduk.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI, dr. Rizky Adriansyah menilai angka tersebut lebih tinggi dibandingkan angka kematian akibat malaria yang sebesar 3 per 100.000 penduduk. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini menunjukkan masih banyak tantangan dalam upaya penanganan dan pencegahan PJR.
“Tantangan utama dalam penanganan PJR di Indonesia sangat kompleks. Mulai dari deteksi dini yang rendah hingga ketidaktersediaan Benzatin Penisilin G (BPG) yang merupakan tulang punggung terapi pencegahan sekunder,” kata Rizky Adriansyah dalam Diskusi Media “Radang Tenggorokan Menjadi Penyakit Jantung Rematik pada Anak” di Kantor IDAI, Jakarta, Senin (10/11/2025).
Berdasarkan data UKK Kardiologi IDAI, Rizky menyebut enam dari sepuluh anak yang mampu bertahan hidup setelah delapan tahun terdiagnosis PJR. Sementara, empat dari sepuluh anak yang mengalami progresivitas kerusakan katup jantung meski telah mendapatkan pengobatan.
“Benzatin Penisilin G (BPG) adalah antibiotik suntik yang harus diberikan secara rutin setiap tiga hingga empat minggu untuk mencegah kekambuhan Demam Reumatik (DR) dan memperberat PJR. Sayangnya, ketersediaan obat ini di fasilitas kesehatan, terutama di rumah sakit rujukan, masih sering terbatas,” ujarnya.
Sementara, Ketua Umum IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso mengingatkan bahwa PJR menjadi penyebab paling umum penyakit jantung yang didapat pada anak dan remaja. Ia menegaskan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya infeksi tenggorokan akibat bakteri Streptococcus menjadi faktor utama.
“Penyakit Jantung Reumatik adalah penyebab paling umum penyakit jantung didapat pada anak dan remaja di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Sayangnya, kesadaran akan bahaya infeksi tenggorokan streptokokus dan komplikasinya masih sangat rendah,” ujar Piprim. Dikutip dari RRI.co.id
