Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Indodax Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko Aset Kripto

Antisipasi Dampak Konflik Global, Indodax Tekankan Pentingnya Manajemen Risiko Aset Kripto

Jakarta – Platform jual beli aset kripto terkemuka di Indonesia, Indodax, menekankan pentingnya disiplin manajemen risiko bagi para investor di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dan Iran pada akhir Februari 2026 telah memicu gejolak signifikan pada pasar mata uang digital, terutama Bitcoin. Sebagai pasar yang beroperasi 24 jam penuh, aset kripto menjadi indikator paling responsif dalam merefleksikan perubahan sentimen investor terhadap risiko makro dan ketidakpastian global.

Data CoinMarketCap menunjukkan fluktuasi tajam di mana Bitcoin sempat terkoreksi ke level 63.100 dolar AS, kemudian melonjak ke 70.000 dolar AS, dan kini stabil di kisaran 68.000 dolar AS dengan kapitalisasi pasar global mencapai 2,33 triliun dolar AS. Antony menilai volatilitas tinggi ini mencerminkan kondisi pasar yang sangat digerakkan oleh berita utama (headline-driven). Dalam situasi seperti ini, investor cenderung bersikap risk-off untuk menjaga likuiditas atau beralih ke aset yang lebih defensif guna memitigasi potensi kerugian akibat sentimen negatif yang mendadak.

Indodax mengimbau investor untuk menghindari keputusan berbasis FOMO (ikut-ikutan) dan tetap rasional melalui strategi diversifikasi portofolio. Antony menyarankan pengalihan sebagian eksposur ke aset yang lebih stabil seperti stablecoin (USDT/USDC) atau aset kripto berbasis emas seperti Tether Gold (XAUT). Selain itu, metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi bertahap dinilai sebagai opsi paling bijak untuk menghadapi tekanan makro. Indodax berkomitmen terus memperkuat edukasi dan transparansi agar para anggotanya selalu melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) sebelum mengambil langkah investasi. Dikutip dari Antaranews.com