JAKARTA – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan pada penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mencapai 4,14 kali lipat selama periode siaga Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 2026. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa frekuensi pengisian daya melonjak drastis menjadi 303.234 transaksi, naik tajam dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya sebesar 73.161 transaksi. Kenaikan ini diikuti dengan konsumsi listrik kendaraan listrik yang menembus angka 7,16 juta kWh, membuktikan bahwa masyarakat kini semakin percaya diri menggunakan mobil listrik untuk perjalanan mudik jarak jauh.
Keberhasilan ini didukung oleh perluasan infrastruktur pengisian daya yang masif di seluruh Indonesia. Hingga Lebaran 2026, PLN bersama mitra telah mengoperasikan 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik, dengan rata-rata jarak antar stasiun kini hanya sekitar 22 kilometer. Khusus di jalur utama Mudik Trans Sumatera, Jawa, dan Bali, ketersediaan unit SPKLU meningkat 70 persen menjadi 1.681 unit. Selain itu, PLN menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik strategis seperti exit tol untuk mengantisipasi kebutuhan darurat para pemudik.
Tak hanya sekadar menambah jumlah titik, PLN juga melakukan modernisasi teknologi dengan meningkatkan status banyak stasiun dari standard charging menjadi fast charging hingga ultra fast charging. Transformasi teknologi ini bertujuan untuk mempercepat proses pengisian daya sehingga antrean di titik-titik padat dapat diminimalisir. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia sekaligus mendukung transisi nasional menuju penggunaan energi bersih yang lebih berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com
