JAKARTA – Kondisi Tempat Penampungan Sementara (TPS) Rawadas di Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, kian memprihatinkan akibat krisis pengangkutan sampah yang terjadi pada Selasa (31/3/2026). Tumpukan sampah di lokasi tersebut dilaporkan menggunung dengan ketinggian mencapai dua hingga empat meter karena armada truk pengangkut tidak kunjung tiba. Ketua RW 02 Pondok Kopi, Ninu Hadi Purwanto, mengonfirmasi bahwa penumpukan ini terjadi lantaran adanya kendala teknis di TPST Bantargebang yang menyebabkan truk-truk sampah tidak bisa membongkar muatan dan terpaksa kembali dalam kondisi penuh.
Untuk menjaga pelayanan kebersihan di tingkat warga tetap berjalan, petugas terpaksa menumpuk sampah di area TPS agar gerobak pengangkut dari permukiman bisa terus beroperasi. Namun, kebijakan darurat ini berdampak pada meluapnya volume sampah hingga ke pinggir jalan dan mulai mengganggu akses menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) terdekat. Pihak pengurus wilayah kini tengah berkoordinasi intensif dengan pengawas Dinas Lingkungan Hidup dan pihak kelurahan guna mencari solusi cepat agar penumpukan tidak semakin parah dan aktivitas warga tidak terhambat lebih lama.
Dampak dari krisis pengangkutan ini tidak hanya mengganggu estetika dan akses jalan, tetapi juga mulai dikeluhkan warga terkait aroma tidak sedap yang menyengat. Salah satu warga, Oji (42), mengaku kenyamanan lingkungan sangat terganggu dan berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengosongkan TPS. Jika armada truk tidak segera dikirim ke lokasi, dikhawatirkan gunungan sampah akan terus bertambah dan mencemari lingkungan sekitar secara lebih luas. Dikutip dari Antaranews.com
