Padang — PT Jasa Raharja Kantor Wilayah Sumatera Barat menegaskan kesiapan operasional dalam menghadapi arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H Tahun 2026. Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapan Siaga Idulfitri yang digelar pada Rabu (11/3) pukul 14.00 WIB sebagai bentuk konsolidasi dan kesiapan seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama periode Lebaran.
Apel kesiapsiagaan ini menjadi momentum bagi seluruh insan Jasa Raharja di wilayah Sumatera Barat untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya korban kecelakaan lalu lintas, dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan responsif selama meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa mudik dan arus balik Lebaran.
Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, menegaskan bahwa Jasa Raharja berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas.
“Sehubungan dengan arahan Direktur Utama terkait Zero Pending Claim, kami menegaskan kepada seluruh jajaran agar setiap kejadian kecelakaan lalu lintas dapat segera direspons dengan cepat dan optimal. Mulai dari proses survei di lapangan hingga kunjungan ke rumah sakit harus dilakukan dengan baik, sehingga tidak ada klaim yang tertunda dan masyarakat dapat memperoleh haknya secara cepat,” ujar Teguh.
Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan operasional seluruh insan Jasa Raharja dalam rangka pengamanan Idulfitri 1447 H dimulai pada Kamis, 12 Maret 2026 hingga 30 Maret 2026. Selama periode tersebut, petugas Jasa Raharja di seluruh wilayah Sumatera Barat akan meningkatkan monitoring dan respons cepat terhadap setiap kejadian kecelakaan lalu lintas.
Selain memastikan pelayanan santunan berjalan optimal, Jasa Raharja juga akan berperan aktif dalam kegiatan pengamanan Lebaran melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, rumah sakit, serta instansi terkait lainnya melalui kegiatan pos pengamanan dan pelayanan terpadu.
Menurut Teguh, sinergi antarinstansi menjadi kunci penting dalam menciptakan perjalanan mudik yang aman dan lancar bagi masyarakat.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait dalam pelaksanaan pengamanan Lebaran. Dengan sinergi yang baik, penanganan korban kecelakaan lalu lintas dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan memberikan kepastian pelayanan bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kesiapsiagaan ini, Jasa Raharja berharap pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas dapat berjalan semakin optimal, sekaligus mendukung terciptanya perjalanan mudik dan balik Lebaran yang aman, tertib, dan selamat bagi masyarakat di wilayah Sumatera Barat.
