Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan jaminan bahwa pasokan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan transportasi selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah tetap berada dalam kondisi aman. Meski saat ini terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mempengaruhi pasar energi global, pemerintah memastikan cadangan energi nasional masih mencukupi untuk mendukung mobilitas masyarakat di sektor udara, darat, dan laut selama masa mudik dan balik.
Menhub menjelaskan bahwa kekhawatiran masyarakat terkait ketahanan stok BBM nasional selama 21 hari perlu dimaknai dengan tepat. Angka tersebut mencerminkan kapasitas penyimpanan atau storage maksimal yang dimiliki Indonesia saat ini, bukan berarti cadangan akan habis total setelah periode tersebut. Pemerintah melalui Pertamina dan Kementerian ESDM terus melakukan pengisian ulang secara berkala untuk menjaga batas minimum cadangan tetap stabil di angka 21 hingga 25 hari. Jika stok berkurang karena konsumsi yang meningkat, mekanisme penambahan akan langsung dilakukan guna menjaga kelancaran operasional transportasi.
Terkait gangguan rantai pasok akibat konflik di Selat Hormuz, Menhub menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki akses ke sumber minyak dari negara pengekspor lain untuk menutupi kebutuhan nasional. Koordinasi lintas kementerian terus diperkuat guna memantau distribusi energi agar tetap tepat sasaran. Dengan strategi mitigasi dan pengelolaan cadangan yang efektif, pemerintah optimistis layanan transportasi Lebaran 2026 akan berjalan lancar tanpa terkendala pasokan bahan bakar, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi mudik dengan rasa aman dan nyaman. Dikutip dari Antaranews.com
