Ekonomi

SMF Sebut Real Estate Belum Jadi Lokomotif Ekonomi

SMF Sebut Real Estate Belum Jadi Lokomotif Ekonomi

Jakarta – Kepala Divisi Riset Ekonomi PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Martin D. Siyaranamual, menilai sektor real estate di Indonesia belum berhasil menjadi penggerak utama atau motor pertumbuhan ekonomi nasional. Meskipun sepanjang tahun 2025 sektor ini menunjukkan tren yang stabil dan konsisten meningkat, kinerjanya dianggap masih belum menjadi primadona jika dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya yang memiliki akselerasi lebih tinggi.

Berdasarkan data internal SMF, sektor real estate mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,71 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II-2025. Angka tersebut perlahan naik menjadi 3,96 persen pada kuartal III-2025 dan menguat tipis ke posisi 3,97 persen pada kuartal IV-2025. Martin menjelaskan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/3/2026), bahwa pola ini sebenarnya mencerminkan adanya perbaikan permintaan properti secara bertahap di masyarakat, namun lajunya masih berada di level moderat.

Kinerja real estate saat ini masih tertahan di kategori menengah. Meski pertumbuhannya lebih baik daripada sektor pertanian atau jasa keuangan, sektor ini masih tertinggal jauh dari sektor transportasi, pergudangan, serta akomodasi yang mampu tumbuh di angka 8 hingga 11 persen. Martin menekankan bahwa kondisi ini berbeda dengan negara-negara maju di mana sektor properti justru menjadi penopang utama ekspansi ekonomi. Ia berharap ke depannya sektor real estate Indonesia dapat bertransformasi menjadi sektor besar yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional melampaui rata-rata saat ini. Dikutip dari Kompas.com