Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan perluasan jangkauan program Magang Nasional agar dapat tersebar merata di seluruh provinsi Indonesia pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mengatasi ketimpangan kesempatan kerja yang selama ini masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Berdasarkan data dari platform MagangHub, pemerintah melihat adanya penumpukan peserta dan mitra magang di wilayah tertentu, sehingga diperlukan strategi khusus untuk membuka akses bagi lulusan muda di berbagai daerah agar mendapatkan pengalaman kerja yang berkualitas di wilayah asal mereka.
Untuk mewujudkan pemerataan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah menyiapkan peta target per provinsi yang disusun secara realistis berdasarkan sektor unggulan dan kapasitas industri daerah masing-masing. Strategi ini mencakup penambahan jumlah mitra aktif, penyediaan mentor yang kompeten, serta penyusunan rencana pembelajaran yang terstruktur. Menaker menekankan bahwa perusahaan di luar Pulau Jawa akan didorong agar lebih mudah ditemukan di platform MagangHub, sekaligus menantang pihak industri untuk meningkatkan standar pembinaan guna menarik minat para calon peserta magang.
Selain fokus pada pemerataan wilayah, aspek kesejahteraan peserta juga menjadi perhatian utama pemerintah. Menaker memastikan bahwa pembayaran uang saku peserta magang akan dilakukan berdasarkan verifikasi logbook kegiatan secara transparan. Pada periode Februari 2026 ini, besaran uang saku yang diterima peserta akan mengacu pada upah minimum kabupaten, kota, maupun provinsi (UMK/UMP) yang berlaku tahun 2026. Dengan dukungan fasilitas yang memadai dan regulasi yang jelas, program Magang Nasional diharapkan menjadi solusi efektif dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di seluruh pelosok negeri. Dikutip dari Antaranews.com
