Tapanuli Tengah – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, kini tengah mengintensifkan proses verifikasi data rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lalu. Langkah validasi data ini mulai dilaksanakan serentak pada Minggu, 22 Februari 2026, untuk menjamin seluruh hunian terdampak, baik dengan kategori rusak berat, sedang, maupun ringan, tercatat secara akurat. Anggota Tim Penanggulangan Bencana Tapteng, Osis Waluyo Manik, menegaskan bahwa pendataan menyeluruh ini sangat penting agar tidak ada satu pun warga penyintas yang terlewatkan dalam menerima program pemulihan pascabencana dari pemerintah.
Proses verifikasi tahap ketiga ini difokuskan di dua wilayah utama, yakni Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri, dengan mengerahkan tim lapangan yang bertugas memastikan informasi tetap lengkap serta valid. Di Kelurahan Tukka saja, tercatat lebih dari 100 rumah mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang tersebut. Berdasarkan hasil tinjauan terbaru, petugas bahkan menemukan 10 rumah tambahan yang sebelumnya belum masuk ke dalam basis data awal. Dengan pendataan yang lebih ketat ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berharap data yang dikirimkan ke pemerintah pusat benar-benar akurat sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Kepastian mengenai perbaikan hunian ini diperkuat oleh dukungan Pemerintah Provinsi Sumatra Utara melalui Gubernur Bobby Nasution yang telah menyiapkan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi. Khusus bagi warga yang rumahnya masuk dalam kategori rusak berat, pemerintah telah menyiapkan bantuan sebesar 60 juta rupiah per unit rumah. Sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan infrastruktur pemukiman serta mengembalikan kehidupan normal bagi masyarakat Tapanuli Tengah yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut. Dikutip dari Metrotvnews.com
