Surabaya – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kebudayaan dunia berkat kekayaan megadiversity budaya yang sangat luas. Dengan komposisi lebih dari 17.000 pulau, ribuan suku bangsa, serta ratusan bahasa daerah, Indonesia dinilai memiliki modal kuat sebagai kekuatan besar atau super power di bidang kebudayaan global. Dalam sebuah forum di Surabaya, Fadli Zon menjelaskan bahwa keragaman ini bukan sekadar warisan, melainkan identitas peradaban yang mampu menempatkan Indonesia sebagai kiblat budaya internasional jika dikelola dengan visi yang strategis.
Selain kekayaan tradisi, Menbud juga memperkenalkan narasi Out of Nusantara untuk memperkuat posisi strategis Indonesia dalam sejarah migrasi manusia dunia. Ia merujuk pada temuan jejak kehidupan purba di Nusantara yang telah ada sejak puluhan ribu tahun lalu sebagai ruang kajian baru untuk menandingi teori migrasi global lainnya. Guna mendukung hal tersebut, Fadli Zon mendorong agar museum-museum di Indonesia bertransformasi menjadi pusat edukasi dan etalase peradaban bangsa, mencontoh museum besar dunia seperti Louvre, agar kekayaan sejarah Indonesia dapat dinikmati dan dipelajari oleh masyarakat luas serta wisatawan mancanegara.
Sektor industri kreatif juga menjadi perhatian penting dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global. Fadli Zon menyoroti kebangkitan film nasional yang kini mendominasi pasar domestik dan mulai unjuk gigi di berbagai festival film bergengsi internasional seperti Cannes dan Berlin. Menurutnya, kebudayaan adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa yang tidak bisa dipisahkan dari latar belakang kehidupan masyarakat. Dengan integrasi antara pelestarian sejarah dan inovasi industri kreatif, Indonesia optimis dapat meningkatkan nilai tawar budayanya sebagai penggerak ekonomi sekaligus simbol kekuatan identitas di tingkat dunia. Dikutip dari Antaranews.com
