Ekonomi

Prediksi BI-Rate Februari 2026: Ekonom Kompak Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen

Prediksi BI-Rate Februari 2026: Ekonom Kompak Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen

Jakarta – Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur bulan ini. Langkah tersebut dinilai perlu diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya volatilitas arus modal keluar dan tekanan pasar global. Meskipun inflasi relatif terkendali, bank sentral perlu memastikan daya tarik imbal hasil surat berharga domestik tetap kompetitif guna meredam dampak perubahan sentimen investor akibat revisi penilaian dari lembaga internasional.

Tekanan pada pasar keuangan domestik terlihat dari catatan arus modal keluar yang mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS dalam sebulan terakhir, baik dari pasar saham maupun pasar obligasi. Kondisi ini dipicu oleh peringatan dari MSCI terkait isu free float serta perubahan prospek ekonomi Indonesia oleh Moody’s menjadi negatif. Dampaknya, imbal hasil surat utang pemerintah mengalami kenaikan, namun intervensi aktif Bank Indonesia melalui berbagai instrumen moneter sejauh ini berhasil menjaga agar depresiasi rupiah tetap berada dalam rentang yang terbatas.

Selain faktor eksternal, tantangan inflasi yang mencapai 3,55 persen pada Januari 2026 menjadi pertimbangan tambahan bagi bank sentral untuk bersikap hati-hati. Angka tersebut sedikit melampaui target sasaran dan diperkirakan masih akan menghadapi tekanan menjelang periode Ramadhan dan Idul Fitri. Oleh karena itu, kebijakan moneter diperkirakan tetap ketat setidaknya hingga akhir kuartal pertama tahun ini, sementara ruang untuk penurunan suku bunga diprediksi baru akan terbuka pada paruh kedua tahun ini jika kondisi ekonomi global mulai stabil. Dikutip dari Antaranews.com