Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) menyatakan program hilirisasi aluminium yang dijalankan pemerintah melalui perusahaan negara memberikan efek positif berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Head of Business Development and Strategy Group Inalum Al Jufri mengatakan salah satu contoh nyata dampak hilirisasi aluminium terjadi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, melalui anak usaha PT Borneo Alumina Indonesia. Sebelum proyek berjalan, Mempawah tercatat sebagai daerah dengan produk domestik regional bruto terendah di Kalimantan Barat.
Namun sejak dimulainya konstruksi dan pengembangan proyek pada 2024, Mempawah justru mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di provinsi tersebut. Salah satu pendorong utamanya adalah penyerapan tenaga kerja lokal yang signifikan oleh PT Borneo Alumina Indonesia.
Menurut Al Jufri, dampak proyek tidak hanya dirasakan di sektor konstruksi, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar seperti usaha kos-kosan, rumah makan, dan aktivitas ekonomi penunjang lainnya. Perputaran uang yang terjadi menciptakan efek berganda hingga menjangkau banyak lapisan ekonomi.
Inalum berharap pengembangan hilirisasi alumina terus diperluas karena dampaknya dinilai sangat besar. Saat ini perusahaan tengah menyiapkan pengembangan SGAR Phase 2 untuk meningkatkan kapasitas hingga 2 juta ton alumina per tahun, pembangunan smelter kedua di Mempawah, serta peningkatan kapasitas Smelter Kuala Tanjung melalui pembangunan Potline 4.
Program ini diharapkan menjadi fondasi penguatan industri aluminium nasional yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dikutip dari Antaranews.com
