Tapanuli Utara – Perantau asal Surabaya di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, menjadi penggerak utama penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor. Secara swadaya, mereka berhasil menyelamatkan 840 warga terdampak.
Nur Alipik, perantau Surabaya yang memimpin upaya ini, menjelaskan bahwa inisiatifnya menyalakan Starlink menggunakan baterai truk menjadi titik awal koordinasi bantuan. “Makanya nasib baik ada Starlink yang bisa membantu untuk minta bantuan yang tercepat,” ujarnya.
Semenjak itu, bantuan dan alat berat mulai berdatangan meski akses jalan ke Desa Sibalanga terputus selama dua hari. Nur juga memimpin pendirian posko bencana dan dapur umum swadaya, sehingga warga dapat makan bersama sebelum bantuan resmi tiba.
Warga setempat, Ebin Situmeang, menyatakan bahwa berkat koordinasi Nur, mayoritas warga berhasil selamat meski terdapat 21 korban jiwa dan sejumlah barang yang hilang.
Banjir bandang dan longsor membuat Desa Sibalanga terisolir, sehingga akses darat sulit ditembus. Penyaluran bantuan dilakukan oleh TNI bekerja sama dengan kru penerbang, yang menurunkan paket kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, minyak goreng, air bersih, dan perlengkapan darurat ke titik aman yang telah ditentukan. Dikutip dari RRI.co.id
