Jambi – Satgas Karhutla Jambi bersama tim gabungan berhasil membuka akses menuju titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sungai Benuh, Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS). Upaya pemadaman karhutla di lahan gambut tersebut telah berlangsung selama 36 hari dengan menghadapi medan yang sulit dijangkau. Kepala Pelaksana Satgas Karhutla Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan tim terus berupaya mendekati sumber api, sementara alat berat dikerahkan untuk membuka jalur, membuat sekat bakar, serta membersihkan kanal agar ketersediaan air untuk pemadaman dapat ditingkatkan.
Penanganan karhutla TNBS dilakukan melalui berbagai metode, baik melalui jalur darat maupun dukungan udara. Satgas Karhutla Jambi juga melakukan mitigasi untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC), serta mengerahkan water bombing untuk membantu pemadaman dari udara. FOM Head PT PDIW Alex Fatra mengatakan tim gabungan bersama regu pemadam kebakaran PT PDIW dan PT Tripupa Jaya (TPJ) telah membuka lebih dari 20 kilometer akses dan membangun lebih dari 8 kilometer sekat penyangga. Sebanyak 16 unit ekskavator turut dikerahkan untuk membuka jalur di tengah kondisi gambut yang lembut dan banyaknya kayu rebah.
Perkembangan terbaru terjadi pada 30 September 2026 di kawasan Sungai Benuh, ketika tim menyelesaikan jalur terobosan sekitar 4,8 kilometer menuju zona penyangga dan area titik api. Tim juga terus memperpanjang sekat bakar, membangun embung, melakukan pemadaman dan pendinginan, serta mengamankan batas area kebakaran untuk mencegah api kembali meluas. Meski akses menuju sumber api kini semakin terbuka, operasi karhutla di TNBS masih berlanjut karena kondisi gambut dan medan yang sulit menjadi tantangan utama bagi mobilisasi personel dan peralatan pemadaman. Dikutip dari Antaranews.com
