JAYAPURA – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melalui Komando Armada (Koarmada) III resmi menggelar Operasi Cenderawasih Jaya 2026 di wilayah perairan utara Papua, khususnya di kawasan strategis Samudera Pasifik. Guna menyukseskan operasi keamanan laut tersebut, Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X turut memberikan dukungan penuh dengan mengerahkan salah satu kapal perang andalannya, KRI Albakora-867. Langkah ini diambil untuk memperkuat patroli dan menjaga kedaulatan NKRI di wilayah timur Indonesia.
Pangkodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, menjelaskan bahwa operasi di Samudera Pasifik ini bertujuan utama untuk mengamankan perairan Papua dari berbagai potensi gangguan keamanan. Saat ini, Kodaeral X diperkuat oleh tiga KRI serta tiga pangkalan TNI AL yang tersebar di Sarmi, Biak, dan Nabire. Wilayah operasionalnya mencakup Provinsi Papua hingga sebagian Papua Tengah, yang berbatasan langsung dengan jalur internasional.
Lebih lanjut, Mayjen TNI (Mar) Sugianto memetakan bahwa kawasan perairan di perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) menjadi titik paling rawan terhadap tindak kejahatan transnasional, mulai dari penyelundupan narkoba jenis ganja hingga ilegal lainnya. Menanggapi ancaman tersebut, pihak TNI AL kini gencar menggandeng berbagai instansi terkait, tokoh agama, serta masyarakat marinir di Jayapura guna memperketat pengawasan dan memutus rantai penyelundupan di laut Papua. Dikutip dari Antaranews.com
