PEKANBARU — Tim Manggala Agni Seksi Wilayah II Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera saat ini masih berjibaku memadamkan dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla Riau) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pemadaman darat difokuskan di dua lokasi, yaitu Kelurahan Sekip Hilir dan Desa Raya di Kecamatan Rengat, dengan total estimasi lahan terbakar mencapai 8 hektare. Meski perimeter api sudah berhasil disekat oleh Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, status api belum sepenuhnya padam karena kepulan asap masih tebal di bagian tengah lahan.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa operasi pemadaman di lapangan menghadapi kendala angin kencang yang memicu penyebaran api secara cepat. Guna mempercepat penanganan, tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, BPBD, dan regu pemadam perusahaan juga dibantu oleh dua helikopter water bombing (bom air) melalui jalur udara. Upaya pemadaman intensif terus dilanjutkan hari ini demi mencegah api meluas ke area perkebunan atau pemukiman warga sekitarnya.
Pihak otoritas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya potensi karhutla berdasarkan prediksi BMKG. Pada akhir Juni ini saja, BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi total 21 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, di mana Kabupaten Indragiri Hulu menjadi penyumbang terbakar terbanyak dengan 5 titik panas. Tingkat kerawanan karhutla ini diprediksi akan semakin meningkat memasuki awal bulan Juli akibat cuaca kering yang melanda wilayah Riau dan sekitarnya. Dikutip dari Antaranews.com
