Ekonomi

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.390, Tensi AS-Iran Mulai Mereda

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.390, Tensi AS-Iran Mulai Mereda

Jakarta – Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu pagi bergerak menguat 34 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.390 per dolar AS, bangkit dari posisi sebelumnya di level Rp17.424. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyebutkan bahwa penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh deeskalasi konflik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menurunkan intensitas serangan ke Iran. Keputusan AS untuk menunda Project Freedom di Selat Hormuz guna membuka jalur diplomasi dan kesepakatan damai telah memberikan sentimen positif bagi mata uang regional, termasuk rupiah, di tengah melandainya indeks dolar dan harga minyak dunia.

Selain faktor global, penguatan rupiah juga didorong oleh fondasi ekonomi domestik yang solid. Pasar merespons positif pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year). Angka ini mencatatkan rekor pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir, yang memicu euforia investor terhadap prospek ekonomi nasional. Meskipun secara triwulanan (quarter-to-quarter) terjadi kontraksi tipis 0,77 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, performa tahunan yang kuat tetap menjadi motor utama kepercayaan pasar.

Ke depan, pelaku pasar juga menaruh harapan besar pada kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Sinyal kenaikan suku bunga acuan pada kuartal ini diprediksi akan semakin memperkokoh posisi rupiah terhadap dolar AS. Kombinasi antara meredanya risiko geopolitik global dan akselerasi pertumbuhan ekonomi dalam negeri memberikan ruang bagi rupiah untuk terus bergerak stabil di zona hijau. Dengan inflasi yang terkendali dan daya beli masyarakat yang terjaga, Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah fluktuasi pasar keuangan global. Dikutip dari Antaranews.com