JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Pemerintah untuk Pertumbuhan Ekonomi berkomitmen menjaga stabilitas nasional di tengah tekanan ekonomi global yang kian dinamis. Ketua Satgas sekaligus Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga karena ketergantungan impor BBM Indonesia relatif kecil, yakni hanya sekitar 20 persen. Selain memastikan pasokan energi, pemerintah juga menjamin stabilitas distribusi gas dan pupuk guna mendukung produktivitas sektor pangan, mengingat Indonesia saat ini masih mencatatkan surplus produksi pupuk nasional.
Menanggapi tantangan industri akibat kenaikan harga minyak dunia, pemerintah mengambil langkah strategis untuk mengatasi kelangkaan bahan baku kemasan (packaging). Guna mensubstitusi penggunaan nafta yang sulit didapat, pemerintah resmi menetapkan tarif bea masuk LPG sebesar 0 persen khusus untuk kebutuhan industri. Langkah ini dibarengi dengan percepatan proses perizinan melalui penyederhanaan mekanisme Persetujuan Teknis (Pertek), terutama di sektor konstruksi dan usaha, guna memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM serta mendukung keberlanjutan program prioritas nasional.
Selain penguatan domestik, Satgas juga mempercepat kerja sama internasional melalui penyelesaian perundingan Indonesia–EU CEPA untuk membuka akses pasar di 27 negara Eropa. Di sisi lain, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Financial Center dan peningkatan investasi data center berbasis Artificial Intelligence (AI) terus digenjot untuk menjadikan Indonesia sebagai hub investasi regional. Dengan berbagai stimulus bagi sektor swasta dan proyek strategis nasional, pemerintah optimistis dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di tahun 2026. Dikutip dari RRI.co.id
