Jakarta – Seorang influencer melalui akun Instagram @jalanbarengarief mengunggah kritik terhadap fasilitas di Candi Borobudur yang dinilai kurang ramah bagi wisatawan prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Video yang diunggah pada awal Januari 2026 tersebut memperlihatkan seorang wanita lansia yang kelelahan dan berjalan tertatih di area pelataran candi yang luas. Permintaan bantuan untuk transportasi tidak dapat dipenuhi oleh petugas keamanan karena aturan larangan kendaraan bermotor di area tersebut, kecuali ambulans untuk kondisi darurat.
Kondisi ini memicu kekecewaan karena minimnya fasilitas pendukung dan respons cepat bagi pengunjung dengan kebutuhan khusus di destinasi wisata unggulan tersebut. Meskipun unggahan asli telah dihapus, video tersebut telah tersebar luas di berbagai akun informasi wisata lainnya. Hal ini memancing diskusi di kalangan warganet yang menyuarakan pentingnya perbaikan aksesibilitas dan penyediaan fasilitas yang lebih inklusif agar kenyamanan seluruh wisatawan dapat terjamin.
Sebagian besar komentar warganet menekankan bahwa luasnya kawasan Borobudur memerlukan dukungan moda transportasi atau akses khusus yang memudahkan kelompok prioritas. Masyarakat berharap kritik ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pengelola untuk meningkatkan standar pelayanan publik. Kelengkapan fasilitas pendukung dianggap sebagai faktor kunci untuk menjadikan pariwisata Indonesia lebih kompetitif dan menarik di mata dunia. Dikutip dari Okezone.com
