Warga Serua, Ciputat, Kota Tangerang Selatan mengambil langkah inovatif dengan menyulap tong penampung air menjadi komposter mandiri guna mengatasi permasalahan limbah organik di lingkungan mereka. Aksi swadaya ini diinisiasi oleh masyarakat di tiga wilayah RW sebagai respon atas status darurat penanganan sampah yang sedang melanda kota tersebut. Dengan membuat sekitar empat puluh titik komposter, warga berharap dapat membentuk budaya sadar kebersihan dan mengurangi ketergantungan sepenuhnya kepada pemerintah dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Selain menjadi wadah penguraian, komposter ini dirancang untuk memberikan nilai ekonomis bagi warga karena dapat menghasilkan pupuk cair dan pupuk kompos berkualitas. Upaya mandiri ini juga dibarengi dengan pembuatan lubang biopori di berbagai titik pemukiman untuk memaksimalkan penyerapan air dan pengolahan limbah organik. Meskipun dilakukan secara swadaya dengan biaya sekitar empat ratus lima puluh ribu rupiah per unit, warga tetap berharap pemerintah kota dapat hadir memfasilitasi gerakan ini agar tercipta sinergi yang berkelanjutan dalam menuntaskan krisis pembuangan akhir.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah resmi menetapkan status darurat penanggulangan sampah melalui Surat Keputusan Wali Kota yang berlaku hingga awal Januari 2026. Sebagai tindak lanjut, pemerintah membentuk satuan tugas khusus yang mencakup bidang pengelolaan sampah, perubahan perilaku, hingga penegakan hukum. Langkah mandiri yang dilakukan warga Ciputat ini pun menjadi contoh nyata perubahan perilaku masyarakat yang sejalan dengan misi satgas dalam menangani tumpukan sampah di jalan-jalan utama kota yang kian meresahkan warga. Dikutip dari RRI.co.id
